Foto: Instagram @bjork
Björk, musisi ikonik Islandia, menyuarakan dukungannya untuk kemerdekaan Greenland setelah Presiden AS Donald Trump mengusulkan untuk menganeksasi negara tersebut. Trump beralasan, Greenland strategis untuk keamanan nasional Amerika Serikat, namun gagasan ini telah dikritik oleh pejabat dan penduduk Greenland.
Perdana Menteri Greenland, Jens Frederik Nielsen, menolak ancaman Trump sebagai "fantasi" dan meminta presiden untuk berhenti. Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyatakan bahwa Trump tidak memiliki hak untuk menganeksasi Greenland.
Björk, yang memiliki pengalaman dengan kolonialisme Denmark di Islandia, mengungkapkan simpati untuk rakyat Greenland. "Kolonialisme telah membuatku merasa horor, dan kemungkinan rakyat Greenland akan berpindah dari satu penjajah ke penjajah lain terlalu brutal untuk dibayangkan," kata Björk di media sosial.
Björk juga mengingatkan tentang sejarah Islandia yang berhasil merdeka dari Denmark pada 1944. "Saya sangat bersyukur bahwa Islandia bisa merdeka dan tidak kehilangan bahasa kita," lanjutnya
Björk lantas mendorong rakyat Greenland untuk mempertahankan kemerdekaan mereka. "Saya mendoakan semua rakyat Greenland dalam perjuangan mereka untuk kemerdekaan."
Pernyataan Björk ini disambut dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang menyatakan bahwa masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.
Teks: Riki Noviana
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar