Profile

Teknologi, Inflasi, Oligarki dan Krisis Iklim Ada di Album Baru Hindia

  • Administrator
  • Kamis, 06 Juli 2023
Teknologi, Inflasi, Oligarki dan Krisis Iklim Ada di Album Baru Hindia

Setelah melepas sejumlah single sepanjang paruh awal 2023, akhirnya perjalanan menuju album kedua Hindia tiba juga di tempat tujuan. Lagipula Hidup akan Berakhir merupakan proyek ambisius sekaligus sebuah lompatan besar dari musisi dan pencipta lagu terkemuka asal Jakarta tersebut. Karena banyaknya track yang terdapat di album ini – yakni 28 – maka Lagipula Hidup akan Berakhir dirilis oleh Sun Eater ke platform-platform musik digital dalam dua tahap, yaitu Bagian I pada tanggal 7 Juli dan Bagian II pada 21 Juli. Info mengenai format-format lain akansegera menyusul.

Dengan kesuksesan luar biasa yang dicapai Menari dengan Bayangan, album perdananya dari tahun 2019 yang lagu-lagunya sudah diputar ratusan juta kali di Spotify dan meraih
penghargaan di AMI Awards, wajar jika banyak orang mengira kalau Hindia sudah pasti akan membuat album kedua. Sementara itu, Baskara Putra alias Hindia sendiri justru merasa
kebalikannya. “Saya enggak menyangka bakal bikin album kedua, sebenarnya. Karena saya enggak ingin album Hindia banyak-banyak! Kalau album Hindia ada lagi, berarti persoalannya belum kelar,” katanya. “Terus saya kaji ulang, ternyata masih banyak akarnya. Saya merasakan apa yang dirasakan di album pertama karena keluarga dan lingkungan saya. Itu yang saya omongkan di album kedua.”

Jika Menari dengan Bayangan membicarakan masalah-masalah yang dialami Hindia ketika itu, maka kini Lagipula Hidup akan Berakhir mendalami alasan di balik masalah-masalah
tersebut. Didampingi Enrico Octaviano dan Kareem Soenharjo sebagai produser, di album ini Hindia membedah empat masalah besar yang membuatnya resah dalam beberapa tahun
belakangan, yaitu teknologi, inflasi, oligarki dan krisis iklim. Karena banyak hal yang perlu ditelaah dari masalah-masalah ini, maka banyak pula lagu-lagu yang ditulis untuk album ini. “Dari awal menulis untuk album kedua, gue sudah yakin lagunya banyak. Cuma, di momen itu gue pikir mungkin 16 lagu penuh,” katanya. “Terus naik jadi 18, 20, 21, 22, turun lagi ke 18, naik lagi ke 24, ujung-ujungnya 28. Saya merasa ceritanya enggak selesai kalau cuma 14-16 lagu.”

Dengan banyaknya lagu tersebut, maka Lagipula Hidup akan Berakhir dibagi menjadi dua agar lebih mudah dicerna pendengar, terutama mereka yang menyimak album dari awal hingga akhir. Kedua bagian ini pun punya tema besar masing-masing. Menurut Hindia, “Bagian pertama itu di saat merasakan apa yang saya rasakan, tapi baru, ‘Oh, ternyata begini rasanya.’ Bagian kedua itu apa yang saya lakukan setelah tahu merasakan itu. Jadi bagian pertama itu reaksi spontan, bagian kedua itu setelah dipikirkan.”

Maka di antara 14 track di Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I) terdapat lagu-lagu seperti “Janji Palsu” yang berkutat dengan keputusasaan dan tekanan yang dirasakan; “Ibel” yang
mengenang tukang cukur rambut langganan keluarga Hindia yang wafat di tengah pandemi; “Selebrisik” yang mencerca selebriti yang berdagang lewat opini-opini sok tahu; “Kami Khawatir, Kawan” yang mencoba berempati dengan mereka yang menjaga jarak dengan lingkungan keluarganya; serta “Iya...Sebentar” yang menggambarkan ketidaknyamanan Hindia saat digadang sebagai duta kesehatan mental. Semuanya dikemas oleh Hindia bersama Enrico dan Kareem dengan balutan musik yang variatif namun tetap memikat, lengkap dengan lirik khasHindia yang lugas dan penuh permainan kata.

Pada Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I) hadir pula sederet nama-nama familier yang ikut berkontribusi, termasuk Gamaliel Tapiheru dan Kamga yang bertindak sebagai pengarah
vokal; Iga Massardi, Petra Sihombing, Vega Antares dan Rayhan Noor yang mengisi gitar; Tuantigabelas dan Matter Mos yang menyumbang bait rap, dan masih banyak lagi. Turut hadir
pula Iyas Lawrence dan Kristo Immanuel di segmen-segmen “Wawancara Liar” yang bertujuan menggambarkan bagaimana generasi pendahulu membawa dampak negatif bagi masa depan generasi berikutnya.

Jika entah mengapa ada yang merasa kalau semua yang disuguhkan dalam ke-14 track di Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I) belum cukup, harap tenang karena masih akan ada
banyak kejutan lagi di Bagian II yang menyusul dalam dua pekan saja. Menurut Hindia, “Pada akhirnya, suatu hari nanti ada sesuatu untuk semua orang di diskografinya Hindia.” Oleh sebab itu, selamat menikmati dulu Lagipula Hidup akan Berakhir (Bagian I). Siapa tahu menemukan sesuatu yang membantu, sebagaimana album ini membantu Hindia sendiri.

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar