Profile

Bersalawat di Festival Musik Gospel Terbesar, Tanah Air Project Tebarkan Pesan Toleransi

  • Administrator
  • Senin, 19 Januari 2026
Bersalawat di Festival Musik Gospel Terbesar, Tanah Air Project Tebarkan Pesan Toleransi

Foto: Dok. Tanah Air Project

 

Tanah Air Project, band rock sinematik asal Jakarta yang selama ini dikenal dengan karya-karya nasionalis yang didasari oleh  cerita Nusantara dan pesan kebangsaan ini, menjadi performer terakhir yang tampil dengan sangat mengesankan dalam gelaran Gifest 2026, sebuah festival musik gospel terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan di ICE BSD mulai dari 16-18 Januari 2026.

 

Sekalipun mereka bukanlah band rohani yang tampil di acara tersebut, justru penampilan energik dan agak "out of the box" dari Tanah Air Project, menjadikan mereka sebagai satu-satunya performer yang memperlihatkan nilai kebhinekaan, serta menampilkan pesan toleransi dengan sangat kuat. 

 

Tampilan lagu "Pancasila Rumah Kita" karya Franky Sahilatua yg di-medley-kan dengan sholawat dan ditutup dengan lagu nasional "Bagimu Negeri", menunjukkan keragaman dan perbedaan adalah sebuah hal yg sangat dijunjung tinggi di Negeri ini.

 

Band yang dimotori oleh Ezekiel Rangga, seorang seniman pertunjukkan berpengalaman yang seringkali menjadi tokoh di balik layar dari sebuah pertunjukkan ini,  membuka pertunjukkan dengan alunan instrumental "Satu Nusa Satu Bangsa" yang dilanjutkan dengan lagu 'Indonesia Pusaka".

 

Setelah itu,  tiga single hits Tanah Air Project, yang dipublikasikan oleh Aquarius Pustaka Musik, yaitu "Negeri Pemenang", "Kandang Kita" dan "Anak Indonesia berkumandang. Dilanjutkan dengan medley lagu-lagu Sekolah Minggu Gereja serta ditutup dengan medley lagu "Pancasila Rumah Kita".

 

"Kami menganggap bahwa pesan tentang persatuan dan kesatuan adalah milik bersama bagi seluruh warga bangsa, dan semangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan pun milik semua warga bangsa tanpa memandang agama," kata Ezekiel Rangga.

 

Sayangnya, penampilan Tanah Air Project sudah terlalu malam sehingga pesan yang begitu bagus ini tidak bisa dinikmati oleh banyak orang. Pasalnya, Gifest 2026 bukan hanya sekadar festival musik, tapi juga sebuah perayaan iman, kreativitas, dan kolaborasi lintas komunitas. 

 

Festival ini juga menampilkan Award Night, serta menampilkan lebih dari 70 musisi gospel, termasuk 20 artis internasional dan 50 artis lokal Indonesia. Beberapa artis yang tampil antara lain Franky Sihombing, Andy Ambarita, Taya, New Breed, Ron Kenoly, Hillsong Australia, dan tentu saja Tanah Air Project.

 

Teks: El Flaco

Tags: Liputan

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar