Foto: IG @immortalofficial
Band black metal legendaris asal Norwegia, IMMORTAL, resmi menyelesaikan proses penulisan materi untuk album studio ke-11 mereka. Album baru ini akan menjadi penerus dari War Against All yang dirilis pada Mei 2023 melalui label Nuclear Blast Records. Kabar tersebut langsung disampaikan oleh pendiri sekaligus motor utama band, Harald "Demonaz" Nævdal, melalui media sosial resmi grup pada Minggu (19 April).
Dalam pernyataannya, Demonaz menyapa para penggemar dengan pesan khas: “Greetings, hordes! The writing of the next IMMORTAL album is finished.” Ia menambahkan bahwa materi terbaru tetap mengikuti jalur musikal mereka yang konsisten, yakni black metal cepat dengan riff agresif bergaya Blashyrkh—dunia mitologi es yang sejak lama menjadi identitas artistik IMMORTAL. Informasi lebih lanjut mengenai rekaman maupun jadwal rilis disebut akan diumumkan dalam waktu dekat.
IMMORTAL sendiri merupakan salah satu pionir sekaligus nama paling berpengaruh dalam gelombang awal black metal Norwegia. Band ini didirikan pada 1990 oleh Demonaz bersama vokalis dan gitaris ikonik Olve "Abbath" Eikemo. Formasi mereka kemudian diperkuat oleh drummer Reidar "Horgh" Horghagen pada 1996. Namun perjalanan panjang band tidak lepas dari konflik internal yang memuncak sekitar satu dekade lalu, ketika Abbath dan anggota lainnya mengalami perpecahan besar.

Perselisihan tersebut berlanjut menjadi pertarungan hukum pada 2014 terkait hak penggunaan nama IMMORTAL. Abbath menuduh Demonaz dan Horgh meninggalkan band setelah memindahkan peralatan dari ruang latihan, sementara pihak pengadilan Norwegia justru memutuskan bahwa hak atas nama band tetap berada di tangan Demonaz dan Horgh. Kasus ini menjadi salah satu konflik paling disorot dalam sejarah black metal modern.
Masalah hukum kembali muncul beberapa tahun kemudian ketika Demonaz mendaftarkan nama IMMORTAL sebagai merek dagang pribadi pada 2019 melalui Kantor Paten Norwegia. Pendaftaran itu sempat memberinya hak eksklusif secara komersial, tetapi Horgh mengajukan banding dan akhirnya menang. Otoritas paten kemudian menetapkan bahwa nama IMMORTAL merupakan kepemilikan bersama band, bukan milik individu tertentu.
Dalam wawancara tahun 2023, Demonaz mengakui bahwa konflik internal memang pernah terjadi, namun ia menegaskan seluruh persoalan telah diselesaikan melalui kesepakatan damai yang detailnya tidak dapat dipublikasikan. Ia menyebut dinamika tersebut sebagai sesuatu yang wajar bagi band yang telah bertahan lebih dari tiga dekade. Menurutnya, mempertahankan grup selama lebih dari 30 tahun hampir mustahil tanpa perubahan personel maupun perbedaan pandangan.
Meski hubungan dengan Abbath dan Horgh tidak lagi seintens masa awal karier, Demonaz menegaskan tidak ada rasa dendam. Ia mengaku telah melanjutkan jalannya sendiri, sebagaimana para mantan rekan bandnya. Sementara itu, Horgh sebelumnya juga menyatakan harapannya agar IMMORTAL dapat kembali tampil live di masa depan, mengesampingkan konflik lama demi memenuhi keinginan para penggemar. Dengan materi album baru yang telah rampung, IMMORTAL kini bersiap membuka babak berikutnya dalam perjalanan panjang salah satu legenda black metal dunia.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar