Foto: X @miloshXYZ
Film dokumenter terbaru di Netflix menghadirkan pendekatan tak biasa dalam mengisahkan perjalanan awal band legendaris Red Hot Chili Peppers. Berjudul The Rise Of The Red Hot Chili Peppers: Our Brother, Hillel, film ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk merekonstruksi suara gitaris pendiri mereka, Hillel Slovak.
Dokumenter tersebut menyoroti peran penting Slovak dalam membentuk identitas awal band. Ia dikenal sebagai gitaris yang tampil dalam tiga album studio pertama sebelum meninggal dunia akibat overdosis narkoba pada 1988 di usia 26 tahun, meninggalkan pengaruh besar bagi perjalanan musik grup tersebut.
Dirilis pada 20 Maret 2026, film ini menyajikan berbagai wawancara dengan para anggota band, termasuk vokalis Anthony Kiedis, bassist Flea, drummer awal Jack Irons, serta gitaris pengganti Slovak, John Frusciante. Selain itu, turut hadir pula keluarga dan orang terdekat Slovak seperti saudaranya James dan kekasihnya, Addie Brik.

Salah satu aspek paling mencuri perhatian adalah penggunaan suara Slovak yang dihasilkan ulang dengan AI. Teknologi ini digunakan untuk membacakan catatan harian sang gitaris, sehingga memberikan nuansa personal dan emosional yang lebih dalam. Film ini secara terbuka menjelaskan sejak awal bahwa suara tersebut merupakan hasil rekayasa teknologi.
Dokumenter ini disutradarai oleh Ben Feldman dan pertama kali ditayangkan di ajang South by Southwest pada 13 Maret 2026 di Austin, Texas. Penayangan perdananya menarik perhatian publik karena pendekatan unik dalam menghidupkan kembali sosok musisi yang telah tiada.
Meski para anggota band terlibat dalam wawancara, mereka menegaskan bahwa tidak memiliki keterlibatan kreatif dalam proyek ini. Dalam pernyataan resmi, mereka menyebut hanya berpartisipasi sebagai bentuk penghormatan terhadap Slovak, bukan sebagai bagian dari produksi dokumenter band secara keseluruhan.
Mereka juga menegaskan bahwa film ini bukanlah dokumenter resmi tentang Red Hot Chili Peppers. Fokus utama tetap pada sosok Hillel Slovak, dengan harapan dapat meningkatkan apresiasi publik terhadap kontribusi dan warisan musiknya.
Dalam wawancara sebelumnya pada 2022, Kiedis menyatakan bahwa energi dan pengaruh Slovak tidak pernah benar-benar hilang. Ia menyebut sang gitaris sebagai salah satu pencipta utama band, yang warisannya tetap hidup dalam perjalanan musik mereka, termasuk dalam rilisan terbaru seperti album Unlimited Love dan Return Of The Dream Canteen setelah kembalinya Frusciante ke dalam formasi.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar