Foto: IG / Soundgarden
Band grunge legendaris asal Seattle, Soundgarden, ternyata masih terus mengerjakan album terakhir mereka bersama mendiang Chris Cornell. Kabar tersebut disampaikan gitaris Kim Thayil dalam wawancara terbaru bersama media LifeMinute. Proyek ini menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan penggemar karena memuat materi vokal terakhir Cornell sebelum wafat pada 2017.
Dalam wawancara tersebut, Kim Thayil menjelaskan bahwa sebagian materi lagu sebenarnya sudah ada sejak lebih dari satu dekade lalu. Beberapa di antaranya bahkan telah dikerjakan sekitar 14 hingga 15 tahun silam. Lagu-lagu tersebut berada dalam berbagai tahap pengembangan, mulai dari penulisan, pembagian ide, hingga demo rekaman awal yang masih sangat kasar.
Thayil menggambarkan proses pengerjaan album itu layaknya menyelesaikan sebuah sketsa gambar. Menurutnya, para personel hanya memiliki kerangka dasar dari lagu-lagu tersebut, sehingga kini mereka harus menyempurnakannya menjadi karya yang utuh. Demo-demo lama yang dibuat oleh dirinya, drummer Matt Cameron, bassist Ben Shepherd, dan Chris Cornell menjadi fondasi utama dalam proses kreatif tersebut.
Untuk menyelesaikan album ini, Soundgarden kembali bekerja sama dengan produser legendaris Terry Date. Nama Terry Date sendiri bukan sosok asing bagi perjalanan band tersebut karena sebelumnya ia terlibat dalam album klasik “Louder Than Love” (1989) dan “Badmotorfinger” (1991). Kehadirannya dianggap penting untuk menjaga karakter khas Soundgarden tetap terasa dalam materi baru ini.
Meski begitu, pengerjaan album berjalan dengan ritme yang cukup berbeda dibanding masa lalu. Tidak ada tekanan dari label rekaman terkait jadwal maupun anggaran produksi. Para personel kini harus menyesuaikan waktu di tengah kesibukan profesional, urusan keluarga, dan proyek masing-masing agar bisa kembali berkumpul menyelesaikan rekaman.
Kim Thayil menegaskan bahwa proyek ini memiliki arti emosional yang sangat besar bagi seluruh anggota Soundgarden. Mereka ingin memastikan karya terakhir bersama Chris Cornell dapat diselesaikan dengan penuh penghormatan dan kualitas terbaik. Karena itulah prosesnya berlangsung perlahan, namun tetap terus berjalan hingga saat ini.
Bagi para penggemar grunge dan musik rock era 1990-an, album ini dipandang sebagai penutup penting dalam sejarah panjang Soundgarden. Selain menjadi penghormatan terakhir untuk Chris Cornell, proyek tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan kembali nuansa gelap, berat, dan emosional yang selama ini menjadi identitas utama band tersebut.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar