Foto: IG / Nirvana
Kaos legendaris milik mendiang Kurt Cobain bertema film Foxes kini resmi dilelang oleh drummer Patty Schemel. Barang memorabilia tersebut menjadi sorotan para kolektor musik rock karena memiliki kaitan langsung dengan salah satu sesi foto paling ikonik dalam sejarah Nirvana pada era 1990-an.
Kaos itu diketahui pernah dikenakan Cobain saat menjalani pemotretan bersama fotografer ternama Anton Corbijn pada tahun 1993. Salah satu foto dari sesi tersebut bahkan masih digunakan sebagai foto profil dan banner resmi Nirvana di hingga sekarang, memperkuat nilai historis dari barang tersebut.
Menurut informasi lelang, Cobain kemudian menghadiahkan kaos tersebut kepada Schemel. Kini, sang drummer memutuskan menjualnya melalui rumah lelang . Awalnya, pihak lelang memperkirakan harga kaos itu berada di kisaran 4.000 hingga 6.000 dolar AS. Namun antusiasme penggemar membuat nilai tawaran cepat melampaui estimasi.
Hingga saat ini, penawaran tertinggi telah mencapai sekitar 8.000 dolar AS atau setara lebih dari Rp130 juta. Angka tersebut diprediksi masih bisa terus naik mengingat memorabilia yang berkaitan langsung dengan Cobain hampir selalu menjadi rebutan kolektor musik alternatif dan penggemar budaya grunge dunia.
Kaos itu sendiri merujuk pada film coming-of-age Foxes produksi tahun 1980 yang dibintangi Jodie Foster. Dalam deskripsi lelang disebutkan bahwa Cobain dan Schemel sama-sama menyukai film tersebut, bahkan kerap menontonnya bersama. Detail personal inilah yang membuat nilai emosional barang tersebut terasa semakin kuat.
Bagi banyak penggemar, benda-benda peninggalan Kurt Cobain bukan sekadar koleksi biasa. Setiap barang dianggap mewakili fragmen penting dari perjalanan musik dan kehidupan sang ikon grunge yang pengaruhnya masih terasa hingga kini. Tidak heran jika berbagai memorabilia miliknya kerap terjual dengan harga fantastis dalam berbagai lelang internasional.
Nama Kurt Cobain sendiri tetap menjadi simbol budaya alternatif lintas generasi sejak kematiannya pada 1994. Bersama Nirvana, ia membantu mengubah arah musik rock dunia lewat album-album monumental seperti Nevermind dan In Utero, menjadikan setiap peninggalannya memiliki nilai sejarah yang sangat besar di mata penggemar musik.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar