Foto: IG @moby
Moby, ikon musik elektronik, meminta penggemar untuk berhenti mendukung perusahaan-perusahaan yang mendukung Donald Trump dan ICE setelah penembakan Alex Pretti oleh agen ICE di Minneapolis. Dalam postingan media sosialnya, Moby menyatakan bahwa pertanyaan bukanlah apakah kita harus marah atau tidak, tapi apa yang akan kita lakukan tentang itu.
Penembakan Alex Pretti, seorang perawat ICU berusia 37 tahun, terjadi pada Sabtu lalu saat operasi penegakan imigrasi yang "ditargetkan". Pemerintah Trump mengklaim bahwa penembakan itu adalah tindakan pertahanan diri, tetapi saksi mata dan video yang diambil di tempat kejadian menunjukkan bahwa Pretti tidak bersenjata.
Moby meminta penggemar untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang mendukung Trump dan ICE, serta untuk memilih dan berpartisipasi dalam proses politik. Dia juga meminta orang-orang untuk menjaga kesehatannya sendiri agar dapat menjadi aktivis yang kuat.
Banyak artis lain yang juga berbicara tentang penembakan Alex Pretti, termasuk Billie Eilish, Finneas, dan Olivia Rodrigo. Mereka meminta orang-orang untuk tidak diam dan untuk mengambil tindakan.
Penembakan Alex Pretti telah memicu protes dan demonstrasi di seluruh Amerika Serikat, dengan banyak orang menuntut agar ICE dihentikan dan pemerintah Trump bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Moby juga meminta orang-orang untuk menggunakan suara mereka untuk berbicara tentang ketidakadilan dan untuk mendukung komunitas yang terpinggirkan. Dia percaya bahwa cinta dan kesatuan dapat mengatasi kebencian dan kekerasan.
Dalam pernyataan lain, Senator Chuck Schumer meminta agar tidak ada dana yang diberikan kepada ICE tanpa batasan yang signifikan. Dia juga meminta agar pemerintah Trump bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar