Profile

Rod Stewart Nggak Tahan, Sindir Trump di Depan Raja Charles

  • Administrator
  • Rabu, 13 Mei 2026
Rod Stewart Nggak Tahan, Sindir Trump di Depan Raja Charles

Foto: X @tyla

 

Rod Stewart Puji Raja Charles: “Anda Menempatkan Trump di Tempatnya”

Musisi legendaris Rod Stewart menjadi sorotan setelah melontarkan komentar blak-blakan kepada King Charles III terkait Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Momen tersebut terjadi dalam sebuah acara di London pada Senin (11 Mei) yang merayakan 50 tahun berdirinya The King's Trust, organisasi sosial yang sebelumnya dikenal sebagai Prince's Trust.

 

Dalam percakapan santai di acara tersebut, pelantun lagu Sailing itu memuji kunjungan Raja Charles ke Amerika Serikat serta pertemuannya dengan Trump. Stewart menyebut sang Raja tampil luar biasa dan secara bercanda mengatakan bahwa Charles berhasil “menempatkan si kecil pembuat masalah itu di tempatnya,” yang disambut tawa oleh Raja.

 

Kunjungan Raja Charles ke AS berlangsung selama empat hari pada bulan sebelumnya. Dalam agenda tersebut, ia menekankan pentingnya hubungan strategis Inggris dan Amerika Serikat sebagai aliansi yang tak tergantikan. Sang Raja juga mendorong dukungan berkelanjutan terhadap Ukraina serta menegaskan peran penting NATO dalam menjaga stabilitas keamanan global. Dalam jamuan kenegaraan, Charles bahkan sempat melontarkan gurauan bahwa Amerika mungkin akan “berbicara bahasa Prancis” jika bukan karena sejarah hubungan dengan Inggris.

 

Komentar Stewart muncul setelah sebelumnya ia cukup vokal mengkritik Trump, terutama terkait pernyataan kontroversial mengenai pasukan Inggris di Afghanistan. Musisi tersebut menilai ucapan Trump meremehkan pengorbanan tentara Inggris yang menewaskan ratusan personel. Ia bahkan mendesak Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan pemimpin Reform UK Nigel Farage untuk menekan Trump agar meminta maaf secara terbuka.

 

Stewart mengaku hubungannya dengan Trump sebenarnya pernah dekat karena keduanya sempat menjadi tetangga. Namun menurutnya, perubahan sikap terjadi setelah Trump menjadi presiden. Ia juga menyinggung kebijakan Amerika dalam konflik Gaza sebagai alasan mengapa hubungan pribadi mereka sulit kembali seperti dulu.

 

Pada Maret 2025, Stewart kembali menyampaikan pandangannya mengenai politik global ketika terjadi ketegangan antara Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih. Saat itu, ia menegaskan pentingnya dukungan internasional terhadap Ukraina, menilai solidaritas global tetap diperlukan di tengah konflik yang terus berlangsung.

 

Teks: El Flaco

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar