Foto: IG / Shakira
Penyanyi asal Kolombia, Shakira, akhirnya memenangkan pertarungan hukum panjang terkait kasus dugaan penipuan pajak di Spanyol. Pengadilan Tinggi Nasional Spanyol memutuskan bahwa otoritas pajak negara tersebut telah salah menjatuhkan denda besar kepadanya, dan memerintahkan pemerintah mengembalikan lebih dari €55 juta beserta bunga. Putusan ini menjadi titik akhir dari sengketa hukum yang berlangsung hampir satu dekade dan sempat menempatkan nama Shakira di tengah sorotan publik internasional.
Pengadilan menyatakan bahwa pihak berwenang gagal membuktikan bahwa Shakira tinggal di Spanyol selama minimal 183 hari pada tahun fiskal 2011—batas waktu yang menentukan kewajiban seseorang membayar pajak penghasilan sebagai penduduk tetap. Berdasarkan temuan hakim, Shakira hanya berada di Spanyol selama 163 hari pada tahun tersebut, sekitar 20 hari lebih sedikit dari syarat resmi. Karena itu, asumsi bahwa Spanyol merupakan domisili pajaknya dinilai tidak sah secara hukum.
Dalam pernyataan resminya kepada media, Shakira mengatakan keputusan pengadilan akhirnya “meluruskan fakta” setelah delapan tahun menghadapi tekanan publik yang berat. Ia mengaku harus menjalani masa penuh tekanan akibat kampanye yang menurutnya merusak reputasi serta berdampak pada kesehatan dan kehidupan keluarganya. Menurutnya, tidak pernah ada penipuan pajak, dan pihak administrasi sendiri tidak mampu membuktikan tuduhan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa selama hampir sepuluh tahun dirinya diperlakukan seolah telah bersalah sebelum keputusan hukum dijatuhkan. Setiap perkembangan kasus, katanya, bocor ke publik, dipelintir, lalu diperbesar untuk memberi pesan menakutkan kepada para wajib pajak lain. Kemenangan hukum ini kemudian ia dedikasikan kepada ribuan warga biasa yang harus membuktikan ketidakbersalahan mereka dengan risiko kerugian ekonomi dan emosional.
Kasus ini berkaitan dengan periode ketika Shakira tinggal bersama mantan pesepak bola Barcelona dan tim nasional Spanyol, Gerard Piqué, setelah keduanya bertemu pada 2010 saat produksi video lagu resmi Piala Dunia “Waka Waka” di Afrika Selatan. Meski demikian, pengadilan menegaskan perkara terbaru ini hanya mencakup tahun pajak 2011 dan tidak berkaitan dengan periode berikutnya.
Sengketa pajak Shakira di Spanyol sebenarnya terdiri dari beberapa perkara berbeda. Pada 2021, jaksa di Barcelona menuduhnya seharusnya membayar pajak sebagai penduduk Spanyol untuk periode 2012–2014. Gelombang tuduhan lain muncul pada September 2023, ketika ia kembali didakwa menghindari pajak sebesar €6,7 juta untuk penghasilan tahun 2018. Pada November 2023, Shakira memilih mencapai kesepakatan dengan otoritas pajak Spanyol dengan membayar kewajiban tersebut guna menghindari potensi hukuman penjara.
Di tengah kemenangan hukumnya, karier Shakira tetap melesat. Ia baru saja mencetak sejarah dengan konser gratis di Pantai Copacabana yang dihadiri lebih dari dua juta penonton. Selain itu, ia juga dipastikan tampil sebagai salah satu penampil utama dalam pertunjukan halftime Final Piala Dunia pertama dalam sejarah, bersama Madonna dan grup K-pop BTS. Acara tersebut akan digelar pada 19 Juli di MetLife Stadium, New Jersey, dengan kurasi artistik dipimpin oleh vokalis Coldplay, Chris Martin, menghadirkan konsep hiburan megah ala Super Bowl untuk pertama kalinya di final Piala Dunia.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar